Views ( 239 ) Aulia Nov 29, 2016 0 comment(s)
Senin (28/11), LAPAN mengadakan Sosialisasi Program Kerja 2017 untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 LAPAN di Kantor Pusat Teknologi Roket (Pustekroket), Rumpin, Bogor. Acara bertemakan “Membangun Kemandirian di Bidang Penerbangan dan Antariksa” ini diikuti oleh karyawan-karyawati LAPAN seluruh satker mulai dari Kototabang hingga Biak. 

Kepala Pusat Teknologi Roket (Pustekroket), Sutrisno, sebagai tuan rumah penyelenggaraan menyambut antusiasme peserta kegiatan dengan mengenalkan berbagai fasilitas yang dimiliki di lingkungan kerjanya. “Untuk pertama kalinya Pustekroket menjadi tuan rumah. Bapak/ibu bisa menyaksikan langsung berbagai fasilitas seperti laboratorium penelitian, fabrikasi atau pembuatan roket, sampai dengan pengujian roket, yang fokus pada tugas dan fungsi Pustekroket melakukan penelitian, pengembangan, dan rekayasa roket, sekaligus pemanfaatannya,” jelasnya. 

Sosialisasi kali ini dipaparkan langsung Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin. Sesuai dengan visi menjadi pusat unggulan penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri, ada tiga misi yang diemban, yaitu kompetisi yang unggul, layanan yang prima, dan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2013 LAPAN mengawal Standar Penerbangan dan Antariksa. “Untuk mencapainya, ada lima nilai dasar yang dipegang, yaitu pembelajar, rasional, akuntabel, konsisten, dan berorientasi pada layanan public,” ujarnya.

Kepala LAPAN mengimbuhkan, seluruh kegiatan yang direncanakan diselenggarakan untuk mencapai program besar Reformasi Birokrasi untuk meningkatkan layanan yang prima. Ia berharap, nilai layanan publik (Nilai RB) LAPAN dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang. “Untuk itu, kita harus berbenah,” imbuhnya.

Untuk mencapainya, LAPAN mempunyai tujuh program utama, pengembangan roket sonda, pengembangan teknologi satelit, pengembangan teknologi aeronautika untuk pengembangan pesawat transport dan pesawat tanpa awak (system pemantau maritime berbasis pesawat tanpa awak), pengembangan bank data penginderaan jauh nasional, pengembangan sistem pemantau bumi nasional, pengembangan Decision Support System dinamika atmosfer ekuator, dan pengembangan Decision Support System cuaca antariksa dan observatorium nasional. 

Tujuh program utama tersebut akan dilaksanakan sampai tahun 2019. “Kita laksanakan tujuh program utama untuk menunjukkan kompetensi dan layanan kita”, tegasnya. “Semua fokus pada sistem pemantau sumber daya alam dan lingkungan berbasis iptek penerbangan dan antariksa,” jelasnya.

Pada tahun 2017, dengan anggaran berbasis program, kinerja LAPAN akan terus ditingkatkan. Ukuran peningkatan kinerja LAPAN telah disimbolkan dengan diraihnya berbagai penghargaan pada setahun terakhir ini. Diawali dengan diperolehnya penghargaan Presiden RI yaitu peringkat ketiga keterbukaan informasi publik untuk kategori LPNK. Pada Desember 2015, PSTA dinyatakan sebagai lembaga litbang binaan untuk menjadi pusat unggulan iptek. Pada bulan yang sama, Pustekdata memperoleh ISO 9000:2008 untuk layanan teknologi dan data inderaja. Januari 2016, webomatrik LAPAN masih menduduki peringkat lima tingkat nasional. Maret 2016, LAPAN sukses menjadi koordinator panitia nasional gerhana matahari total. Juni lalu, LAPAN mendapat Opini “Wajar Tanpa Pengecualian” dari Badan Pemeriksa Keuangan RI. Juni 2016, LAPAN suskses meluncurkan satelit LAPAN-A3. Agustus 2016, LAPAN meraih peringkat ke-5 kearsipan nasional dari 179 Lembaga Negara dan LPNK untuk penghargaan ANRI. September 2016, PPID Utama menerima sertifikasi ISO-9001:2015 untuk layanan informasi public. Oktober 2016, Pustispan juga memperoleh integrasi ISO 20000 dan 27001 untuk layanan email, data center, dan LPSE. Kemudian November 2016, LAPAN juga mendapat penghargaan dari Kemenkeu atas capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah. Penghargaan tersebut memberikan kepercayaan diri bahwa LAPAN mampu untuk terus maju.

Articles In :

PPID LAPAN Back